Pages

April 01, 2012

Asmaul Husna



A.    Pengertian Asmaul Husna
Asmaul Husna menurut artinya nama-nama yang baik. Adapun menurut istilah asmaul Husna adalah nama-nama yang baik bagi Allah SWT. Sebagai bukti kemahaagungan dan kesempurnaan-Nya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW :
عن ابي هريرة ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ان لله تسعة و تسعين اسما او ما ءىة الا واحدا من احصاها دخل الجنة (رواه البخار و مسلم)
Artinya :”Sesungguhnya Allah SWT mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu,barang siapa yang menghitungnya (menghafalnya) ia masuk surga”. (HR Buchari dan Muslim)
Senada dengan penjelasan hadist tersebut, Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surah Al Hasyr ayat 24
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤)
Artinya :”Dialah Allah SWT yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Dan Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana.”(QS Al Hasyr :24)
Asmaul Husna yang berjumlah 99 tersebut hanyalah milik Allah SWT tidak ada satupun yang memiliki dan menyamai nama-nama tersebut. Oleh karena itu, manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya, diharapkan untuk mengucapkan nama-nama yang indah dan agung tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya ketika berdzikir tau berdo’a, nama-nama Asmaul husna kita baca dengan memilih sesuai permintaan kita, seperti mohon kekuatan, kita mengucapkan Al Aziz yang berarti Maha Perkasa. Apabila kita mohon petunjuk, maka yang kita baca Al Hadi  yang artinya Maha Pemberi Petunjuk.
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٨٠)
artinya : “Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang bagus), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam(menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS.Al A’raaf :180)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap kali kita berdo’a hendaknya diawali dengan memuji kepada Allah SWT, yaitu dengan menyebut Asmaul Husna.
B.     Pemahaman sepuluh Asmaul Husna
1.      As Sallam
As Salam artinya Mahasejahtera atau Mahaselamat. Keselamatan bagi Allah Swt. Berarti terhindar dari segala aib, kekurangan, dan kepunahan yang dialami oleh para makhluk-Nya.
Allah Swt adalah tempat berlindung bagi makhluk-Nya dari segala kejahatan dan marabahaya. Tidak ada perbuatan Allah Swt yang bertujuan menyakiti makhluk-Nya, padahal bisa jadi hal itu karena perbuatan kita sendiri.
Firman Allah Swt :
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣)
Artinya: “Dia lah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha perkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutuan.” (QS Al Hasyr: 23)
2.      Al Aziz
Al Aziz artinya yang Maha Perkasa, sifat Maha Perkasa Allah SWT itu sempurna, kekal, tidak ada yang menyamai. Berbeda dengan keperkasaan manusia, keperkasaan manusia sangat terbatas, betapapun perkasanya manusia pasti ada yang mengunggulinya, seperti Muhammad Ali yang mendapat julukan “The Big Mouth” tercatat sebagai petinju tak terkalahkan di zamannya. Walaupun demikian hebat keperkasaanya, sirna ketika dia terserang penyakit. Ini membuktikan bahwa keperkasaan atau kekuatan manusia sangat terbata dan sangat lemah apabila dibandingkan dengan keperkasaan Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah yang sangat lemah dan terbatas hendaknya selalu menghindari hal tersebut dengan menaati perintah-Nya serta memohon kekuatan lahir dan batin.
Firman Allah SWT dalam surah Al Ankabut ayat 42..
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٤٢)
 Artinya :” Sesumgguhmya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS AL Ankabut :42)          
3.      Al Kholiq
Al- Kholiq artinya Yang Maha Pencipta. Allah SWT adalah zat yang menciptakan dunia beserta isinya dari yang nyata maupun yang ghaib. Sumua hasil ciptaan Allah SWT. Sangat sempurna, kesempurnaan tersebut dilihat dari bentuk, ukuran, manfaat, dan sifatnya. Semua ciptaan Allah dilakukan tanpa bantuan siapapun, karena Allah memiliki sifat Al- Qayyum (Maha berdiri sendiri). Allah SWT tidak mengalami kesulitan dalam menciptakan dunia ini karena Allah SWT Maha Mengetahui, Maha Kuasa, sehingga segala yang dikehendakinya akan tercipta.
Firman Allah SWT :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)

Artinya :" Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Lalu Dia bersemayam diatas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan Nya pula matahari, bulan, bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al A'raf : 54 )

4.      Al Gaffar
Al Gaffar artinya  Maha Pengampunan. Pengampunan Allah Swt, berlaku terhadap dosa-dosa hamban-Nya selama ia berobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulangi kesalahannya tersebut.
Manusia tidak luput dari berbuat salah dan dosa. Akan tetapi kalau ingin mendapat ampunan atau magfirah dari Allah Swt harus bertobat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha). Insya Allah, dosanya akan diampuni, kecuali dosa syirik (menyekutukan Allah Swt).
Apabila mempunyai kesalahan terhadap sesama manusia, maka segeralah minta maaf kepadanya. Betapa sombongnya kita sebagai hamba Allah Swt. Apabila tidak mau saling memaafkan. Padahal pengampunan Allah Swt itu sangat luas.
Firman Allah Swt :
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (٦٦)
Artinya: “Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya Yang Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.”(QS. Shad: 66)

5.      Al Wahhab
Al Wahhab  artinya Maha Pemberi. Maksudnya hanya Allah SWT yang memberi kepada semua mahluk-Nya, baik berupa kenikmatan yang tampak maupun yang tidak tampak. Dia memberikan kepada mahluk-Nya berulang-ulang dan berkesinambungan tanpa mengharap imbalan dari yang diberi.
Berbeda dengan pemberian yang dilakukan oleh manusia kepada yang lain tidak dapat dikatakan Al Wahhab karena sekecil apapun pemberiannya pasti disertai dengan tujuan atau pengharapan, misalnya berupa pujian, hadiah atau mengharapkan pahala dari Allah SWT.
Kebahagiaan, kesenangan, kesedihan, sehat, sak,it, miskin, pandai, bodoh, beruntung, atau merugi semuanya itu merupakan wujud pemberian dari Allah SWT. Apabila Allah SWT sudah memberikannya, maka manusia tidak dapat menolak atau menghindarinya. Akan tetapi Allah SWT memberi kebebasan kepada manusia untuk berusaha dan berencana, tetapi semua itu bergantung pada kepastian atau pemberian Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam surah Shaad ayat 35 :
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٣٥)
artinya : “Ia berkata : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.(Q.S  Sad :35)
Sebelumnya, dalam surah Ali Imran Allah berfirman yang berbunyi :
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (٨)
Artinya :”Ya Tuhan Kami Janganlah Engkau Jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karunialah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”(QS Ali Imran:8)
Dari kedua ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian Allah SWT. Kepada makhluk-Nya selalu berkesinambungan atau terus menerus dan tidak terbatas jumlahnya. Allah SWT tidak pernah memilih kaih kepada makhluk-nya. Oleh karena itu, dengan sifat Allah Yang Maha Pemberi, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin.

6.      Al Fattah
Al Fattah artinya Maha Pemberi Keputusan. Mahkamah yang paling adil adalah Allah SWT, karena Allah SWT Yang Maha Pemberi Keputusan terhadap semua makhluknya, baik didunia maupun di akhirat. Keputusan Allah SWT yang diberikan kepada manusia pasti seimbang dan adil, jika seseorang salah, maka neraka sebagai balasannya. Dan jika seseorang itu benar, maka sebagai balasannya adalah surga. Mengapa demikian ? Karena Allah SWT Maha Adil, tidak ada satupun perbuatan seorang hamba yang lepas dari pengadilah Allah SWT.
Firman Allah SWT :
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ (٢٦)
Artinya : Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, Kemudian dia memberi Keputusan antara kita dengan benar. dan Dia-lah Maha pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui". (QS Saba:26)
Ayat diatas menjelaskan bahwa kelak akan ada keputusan dan pengadilan terhadap setiap orang berdasarkan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Keputusan yang diberikan itu pasti itu benar dan adil. Oleh karena itu sebagai umat Islam diwajibkan berusaha memperbanyak berbuat kebaikan, seperti rajin ibadah, taat kepada orang tua, menghormati guru, suka menolong kepada orang yang membutuhkan, dan menjauhi larangan Allah SWT.

7.      Al 'Adlu
Al Adlu artinya Maha adil. Keadilan Allah Swt adalah keadilan yang sebenar-benarnya, artinya : Allah Swt memutuskan dan menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya.
Keadilan Allah Swt, juga bersifat mutlak dan sempurna, yakni Allah Swt tidak membebani terhadap makhluk-Nya melainkan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya .
Firman Allah Swt :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ (٤٦)
Artinya : “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tindaklah Tuhanmu menganiaya hamba-Nya.”
(QS Fussilat:46)
Berdasarkan ayat tersebut Allah Swt juga menentukan hukuman dan memberikan pahala kepada hambanya sesuai dengan keadilan-Nya, oleh karena itu, agar tidak terjadi kezaliman dalam kehidupan hamba-hamba-Nya, Allah Swt memerintahkan kepada kita supaya bebrbuat adil terhadap sesamanya.
Firman Allah Swt :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (٩٠)
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kaum kepada kaum kerabat, dan Allah Swt melarang dari perbuatan keji kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”(QS An Nahl:90).

8.      Al Qayyum
Al Qayyum artinya zat yang Maha Berdiri Sendiri. Allah SWT menciptaka segala sesuatu yang ada di jagad raya ini tidak membutuhkan bantuan yang lain. Dengan qudrat dan iradat-Nya, apa yang dikehendaki pasti terjadi. Seperti indahnya alam, berputarnya matahari dan bulan tanpa menemukan bentrokan, serta bergantinya malam dan siang, semua itu hanya Allah SWT yang mengatur dan mengurus tanpa campur tangan dari yang lain. Hali itu dijelaskan dalam Al qur’an Surah Ali Imron  ayat 2 sebagai berikut.
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (٢)
Artinya :”Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.”(QS. Ali Imran :2)
Ayat di atas menegaskan bahwa Tuhan yang wajib disembah tidak lain hanyalah Allah SWT yang kuasa melipat gandakan, mengatur dan menjaga alam semesta dan seisinya.
9.      Al Hadi
AL Hadi artinya Maha Pemberi Petunjuk. Maksudnya, Allah SWT memberi petunjuk atau hidayah kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki melalui kitab-kitab-Nya ang diturunkan kepada para Rasul. Hal tersebut agar manusia memperoleh kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat kelak.
Para nabi dan para rasul hanya diberi tugas untuk menyampaikan ajaran agama dan mengajak untuk beriman kepada Allah SWT. Akan tetapi mereka tidak memberi petunjuk atau hidayah kepada para umatnya karena hanya Allah SWT yang dapat menentukan apakah orang itu beriman atau tidak. Sebagai contoh, bagaimana nabi Nuh A.S mengajak anaknya Kan’an untuk beriman? Dan bagaimana Nabi Ibrahim mengajak ayahnya untuk tidak menyembah berhala? Begitu pula Nabi Muhammad SAW tidak henti-hentinya mengajak pamannya untuk beriman kepada Allah SWT. Apa hasilnya? Kan’an putra Nabi Nuh A.S, ayah Nabi Ibrahim dan Abu Thalib paman Nabi Muhammad SAW sampai mereka meninggal dunia tetap tidak mau beriman kepada Allah SWT. Ini membuktikan bahwa yang dapat memberi petunjuk atau hidayah hanyalah Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam Surah Al Qashas ayat 56.
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (٥٦)
Artinya : “ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang menerima petunjuk.”(QS. Al Qashash:56)
Sebagai pelajar muslim kita patut bersyukur berbesar hati kepada Allah SWT, karena telah mendapat petunjuk atau hidayah Allah SWT. Artinya kita disayangi Allah SWT dengan diberi petunjuk berupa syariat agama islam. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam sesuai Al qur’an da Hadist, Insya Allah kita tidak akan terjerumus pada kehidupan yang dilarang oleh Allah SWT.

  
10.  Al Sabur
Al Sabur artinya Maha sabar. Kesabaran Allah Swt tidak terbatas, Allah Swt tidak menunda sesuatu diluar waktu yang telah ditentukan-Nya atau gagal menyelesaikannya. Allah Swt tidak tergesa-gesa menghukum para pelaku perbuatan dosa, melainkan memberikan kesempatan kepada mereka rezeki, melindungi mereka dari bahaya, dan tetap membiarkan mereka hidup sampai batas waktu yang telah ditentukan-Nya.
Firman Allah Swt :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (٤٦)
Artinya : “Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS An Anfal:46)
Sesuai ayat di atas, kita sebagai muslim dituntut untuk bersabar karena sabar merupakan cermin dari sifat Allah Swt, selesaikanlah segala urusan di dunia dengan sabar, karena Allah Swt mencintai orang-orang yang sabar.

No comments:

Post a Comment