Pages

January 26, 2011

IMAN KEPADA MALAIKAT

BAB II
IMAN KEPADA MALAIKAT
A. Pengertian Iman Kepada malaikat

Iman kepada malaikat berarti percaya atau meyakini dengan sepenuh hati akan adanya malaikat Allah swt yang mempunyai tugas untuk melaksanakan segala perintahNya.
Malaikat sebagai makhluk gaib maka keberadaannya tidak tampak oleh indra manusia. Malaikat telah diciptakan Allah swt sebelum manusia ada, yaitu diciptakan dari cahaya (nur) dan dapat menjelma dalam berbagai bentuk sebagaimana dikehendaki oleh Allah swt. Malaikat adalah makhluk Allah yang paling taat dan senantiasa menyembah serta bertasbih kepada Allah.
Firman Allah:
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ (١٩)يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتُرُونَ (٢٠)
Artinya: “ Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” Q.S: ( Al-Anbiya [21]: 19-20)

Berdasarkan ayat di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa malaikat adalah makhluk Allah swt yang senantiasa taat kepada perintah Allah swt, siang dan malam selalu menyembah dan bertasbih kepada Allah.
Cara beriman kepada malaikat adalah dengan mengenal dan mengetahui sifat dan tugas masing-masing malaikat. Dengan mengetahui sifat dan tugas tersebut, kita dapat lebih meyakini bahwa malaikat benar-benar ada. Apabila kita mau merenung dan berpikir maka tidak akan ada keraguan sedikitpun akan adanya malaikat Allah swt. Salah satu bukti bahwa malaikat benar-benar ada adalah adanya wahyu Allah yang diturunkan kepada para Nabi.
Firman Allah swt:
يُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاتَّقُونِ (٢)
Artinya: “ Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya, yaitu “ Peringatkanlah” olehmu sekalan, bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.” QS: ( An Nahl[16]: 2)

B. Nama-nama Malaikat dan Tugasnya

Sebagai orang yang beriman, kita wajib percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menciptakan makhluk gaib yakni malaikat. Jumlah malaikat sangat banyak. Tidak ada yang mengetahui secara pasti tentang keberadaan dan jumlah malaikat kecuali Allah swt. Walaupun sangat banyak kita diwajibkan untuk mengetahui dan mengimani nama dan tugas sepuluh malaikat yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Kesepuluh malaikat yang wajib kita imani sebagai berikut:

NO NAMA MALAIKAT
1. Malaikat Jibril
Bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul Allah swt. Dialah juru bicara Nabi Muhammad saw, pada waktu Nabi melakukan Isra’ Mi’raj. Sebagian ulama berpendapat bahwa Jibril adalah pemimpin para malaikat.
2. Malaikat Mikail
Bertugas membagi dan mengatur rezeki dari Allah swt kepada semua makhluk di dunia
3. Malaikat Israfil
Bertugas meniup sangkakala yang merupakan pertanda datangnya hari kiamat serta tanda kebangkitan makhluk dari alam kubur menuju alam akhirat.
4. Malaikat Izrail
Bertugas mencabut nyawa setiap manusia dan makhluk lain. Malaikat Izrail disebut juga Malaikat Maut.
5. Malaikat Munkar
Bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia di dalam kubur.
6. Malaikat Nakir
Bertugas menanyakan dan memeriksa amal manusia serta memberi siksa di dalam kubur.
7. Malaikat Raqib
Bertugas mencatat perbuatan baik (amal saleh) manusia, sejak baligh sampai datangnya ajal.
8. Malaikat Atid
Bertugas mencatat perbuatan jahat (amal buruk) manusia, sejak baligh sampai datangnya ajal.
9. Malaikat Ridwan
Bertugas sebagai penjaga syurga, dia sangat ramah, sopan dan baik
10. Malaikat Malik
Bertugas sebagai penjaga neraka, dia sangat tegas, keras dan kejam.

Malaikat dalam menjalankan tugasnya selalu patuh dan tidak pernah membangkang. Adanya malaikat beserta tugas-tugasnya membuktikan kebesaran penciptanya yaitu Allah SWT. Manusia dalam hidup dan kehidupannya senantiasa erat berkaitan dengan tugas-tugas malaikat. Hal ini diharapkan menjadikan manusia untuk selalu hati-hati dalam bertindak dan senantiasa menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangannya sebab manusia selalu dalam pengawasan malaikat.
Firman Allah swt:
وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا (١٨)
Artinya: “ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” Q.S: (Qaf[18]: 18)

C. Sifat-sifat Malaikat.

Di dalam al-Qur’an maupun hadis tidak disebutkan secara jelas gambaran tentang wujud malaikat, namun hanya diterangkan tentang sifat-sifatnya.Malaikat memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan manusia. Sifat-sifat tersebut antara lain:
1. Malaikat sangat patuh dan taat dalam melaksanakan segala perintah Allah serta tidak pernah durhaka kepadaNya.
2. Malaikat dapat berubah bentuk apa saja atas izin Allah.
3. Malaikat senantiasa bertasbih kepada Allah swt dan tidak merasa lelah atau bosan.
4. Malaikat tidak memiliki hawa nafsu, karenanya mereka tidak makan, minum atau tidur. Malaikat suci dan terjaga dari berbuat dosa.
5. Malaikat tidak pernah sombong atau takabur dan selalu mengikuti perintah Allah.
Firman Allah swt:
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ (١٩)
Artinya: “ Dan kepunyaan Allahlah segala yang di langit dan di bumi serta (malaikat-malaikat) yang di sisiNya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah Allah dan tidak (pula) merasa letih. Q.S: ( Al Anbiya[21]: 19)

Dalam surah lain Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)
Artinya: “...yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Q.S: ( At Tahrim[66]: 6)
Sebagai manusia kita dapat memperteguh iman dan lebih patuh dalam menjalankan perintah Allah karena malaikat adalah lambang ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Dengan mengenal malaikat, tugas-tugas dan sifat-sifatnya kita akan tergugah untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan karena pasti akan dicatat oleh malaikat dan akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah swt.

D. Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Lainnya

No Malaikat Manusia Jin Setan/Iblis
1 Diciptakan dari nur (cahaya) Diciptakan dari saripati tanah yang berasal dari lumpur hitam kemudian diberi bentuk Diciptakan dari api yang sangat panas Diciptakan dari api yang sngat panas
2 Selalu berdzikir dan bertasbih kepada Allah swt Ada yang beriman dan ada yang kafir Ada yang beriman dan ada yang kafir Senantiasa mengajak manusia berbuat dosa
3. Selalu taat dan patuh kepada Allah swt. Ada yang taat dan patuh ada yang tidak Ada yang taat dan patuh ada yang tidak Selalu membangkang kepada Allah swt

E. Kehidupan Malaikat, Jin dan Iblis

Malaikat adalah makhluk gaib yang paling taat kepada Allah swt., tidak pernah membangkang perintah Allah ataupun berbuat dosa. Semua malaikat selalu memuji Allah, bertasbih serta mengagngkan asma Allah swt. Sifat-sifat malaikat mencerminkan kebaikan dan ketertiban

Adapun jin adalah sejenis makhluk halus yang dapat berganti macam-macam rupa dan mempunyai tugas seperti manusia yaitu beribadah kepada Allah. Mereka ada yang taat kepada Allah swt dan ada pula yang durhaka bahkan kafir. Dengan demikian jin ada yang masuk surga, ada yang menjadi penghuni neraka.

Sedangkan iblis/syetan diciptakan juga untuk beribadah kepada Allah swt, namun karena sombong, mereka membangkang perintah Allah swt. Salah satu perinyah allah adalah ketika menyuruh iblis untuk sujud kepada nabi Adam, namun karena merasa lebih hebat dari nabi Adam maka iblis mengabaikan perintah Allah.
Firman Allah:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا (٥٠)
Artinya: “ Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “ sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.”Q.S:( Al Kahfi[18]:50)

Dengan demikian iblis/syetan iblis/setan termasuk makhluk yang sesat dan celaka.Kelak ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Akan tetapi iblis/setan tdak mau berada dalam neraka sendirian, ia senantiasa megajak, menggoda dan merayu manusia untuk melakukan perbuatan jahat dan menjauhi perintah Allah.Mereka senantiasa membisikkan dalam hati manusia untuk berbuat dosa.

Oleh karena itu manusia hendaknya sadar bahwa syetan/iblis adalah musuh yang nyata sehingga harus menghindari segala bujuk rayu setan/iblis dengan cara antara lain:
1. Selalu dzikir, memperbanyak ibadah kepada Allah swt.
2. Sekuat hati menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya dengan ikhlas.
3. Memperbanyak mmbaca al-Qur’an dan memahami isinya.
4. Bergaul dengan orang-orang yang taat kepada Allah (orang-orang shaleh)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment